Tentukanlokasi objek yang direkam d. Pendekatan geografi dan contohnya Ilmu geografi merupakan ilmu yang membahas mengenai gejala alam dan fenomena geosfer yang ada di muka bumi. Baca Juga Contoh Pendekatan Ekologi Pendekatan geografi terdiri dari 3 pendekatan antara lain pendekatan keruangan pendekatan ekologi dan pendekatan regional.
Yangtermasuk gejala geografi yang berkaitan dengan fenomena atmosfer adalah . a. 1, 2 dan 3 4. 2, 4 dan 5 b. 2, 4 dan 6 e. 4, 5 dan 6 c. 1, 3 dan 5 4. Di bawah ini adalah salah satu usaha penduduk untuk mengurangi tingkat erosi di daerah miring/lereng gunung . a.
Untukpendekatan suatu gejala atau masalah dalam studi geografi dapat dimulai dari topik utama yang menjadi perhatian utama, misalnya kelaparan.Kelaparan di suatu daerah di ungkapkan jenis, sebab, persebaran, intensitas, dan interelasinya dengan gejala lain dan masalah secara keseluruhan.
Contohfenomena geografis yang dikaji menggunakan pendekatan kewilayahan contohnya wilayah pedesaan akan melakukan interaksi dengan wilayah perkotaan guna memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier. Sebaliknya, perkotaan berinteraksi dengan pedesaan guna memenuhi kebutuhan pangan dan tenaga kerja. Semoga membantu yaa..
Denganadanya ekologi, maka manusia dapat memahami berbagai mahluk hidup dan hubungannya dengan tempat tinggalnya. Contohnya, bagaimana seekor unta dapat bertahan hidup pada tempat yang bersuhu tinggi sedangkan penguin bertahan hidup di tempat bersuhu dingin. 2. Mengenal Perilaku Mahluk Hidup
Tuliskancontoh gejala geografi yang sesuai dengan kajian tentang prinsip interaksi Zzzkrrr Letak garis lintang dapat memengaruhi iklim, gerakan penghijauan dapat mencegah banjir dan tanah longsor, kepadatan penduduk memengaruhi pembangunan disegala bidang , dan lain sebagainya.
mK0iH. Gejala Atmosfer - Pengaruh perubahan suhu udara terhadap kebiasaan tingkah laku makhluk hidup. - Pengaruh angin laut terhadap banyaknya curah hujan, dan amplitudo suhu harian. - Cuaca dan Iklim yang berpengaruh pada vegetasi tumbuhan juga berpengaruh terhadap pola kehidupan manusia. Gejala Lithosfer - Adanya pertemuan gunung muda- Relief dan tanah yang terjal serta penuh dengan Daerah yang berkapur biasanya banyak ditemukan di gua-gua alam. Gejala Hidrosfer - Banyaknya penguapan, curah hujan tinggi. - Intensitas dan besarnya hujan sangat berpengaruh terhadap ketinggian permukaan air tanah. Gejala Biosfer -Hewan yang hidup di air pada umumnya bernafas dengan insang. - Di daerah padang pasir sangat jarang ditemukan hewan dan tumbuhan. Gejala Antroposfer - Kelebihan penduduk mendorong migrasi keluar. - Besarnya angka kelahiran di banding kematian menyebabkan ledakan penduduk.
PNMahasiswa/Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta27 Januari 2022 0624Hallo Fajrin, kakak bantu jawab yaa. Contohnya adalah kawanan gajah memasuki areal penduduk karena persediaan makanan di hutan habis akibat penebangan liar. Berikut adalah penjelasannya. Pendekatan ekologi merupakan pendekatan lingkungan. Disini dipelajari antara hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Contohnya adalah kawanan gajah memasuki areal penduduk karena persediaan makanan di hutan habis akibat penebangan liar. Jadi dapat disimpulkan contohnya adalah kawanan gajah memasuki areal penduduk karena persediaan makanan di hutan habis akibat penebangan liar. Semoga membantu akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!
Kali ini kita akan membahas lengkap mengenai pendekatan geografi yang sering digunakan oleh peneliti dan praktisi serta juga sering dipelajari dalam dunia pendidikan baik di SMA maupun juga di perkuliahan. Kebanyakan orang, ketika mendengar kata “geografi”, hal yang paling terbayangkan pertama kali adalah mempelajari masalah bumi, samudera, benua, lapisan bumi, gunung berapi dan lain sebagainya. Padahal ya, pada kenyataannya geografi ini sangat luas sekali untuk dipelajari. Supaya lebih memahami tentang ilmu geografi, baca dahulu artikel yang mengulas Ilmu Geografi dan Cabang Ilmunya. Salah satu hal yang dipelajari dalam ilmu geografi adalah pendekatan untuk mempelajari ilmu geografi itu sendiri. Ingin tau lebih mengenai ini ? Yuk, langsung saja pada pembahasan utamanya ya. Daftar Isi 1Pengertian Pendekatan Geografi3 Pendekatan Geografi1. Pendekatan Keruangan2. Pendekatan Ekologi3. Pendekatan Kompleks Wilayah Pengertian Pendekatan Geografi Secara umum, pendekatan geografi merupakan sebuah cara pandang terhadapat ilmu geografi dalam hal mengkaji dan memahami sebuah gejala yang ada di fenomena geosfer. Pada kenyataannya, setiap ilmu pasti memiliki pendekatannya masing-masing untuk menganalisis sebuah fenomena begitu juga ilmu geografi. Terdapat 3 pendekatan dalam ilmu geografi, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi dan juga pendekatan wilayah kompleks. 1. Pendekatan Keruangan Pendekatan yang pertama digunakan adalah pendekatan keruangan, yaitu pendekatan yang mengkaji persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Sebagai contoh untuk pendekatan keruangan adalah untuk pembukaan sebuah pemukiman baru yang berpotensi menjadi padat penduduk, maka hal yang harus dipertampangkan adalah semua hal yang berkaitan dengan wilayah yang digunakan. Aspek ini mulai dari kondisi tanah, kondisi bencana, air tanah dan lain sebagainya. 2. Pendekatan Ekologi Pendekatan geografi yang kedua adalah pendekatan ekologi. Pendekatan ini mengkaji sebuah fenomena dibandingkan dengan interaksi antara organisme hidup dan lingkungan yang menjadi objek kajiannya. Jadi, hal yang paling menonjol adalah bagaimana cara mempelajari interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut. Manusia tergantung kepada alam Manusia menguasai alam Manusia saling mempengaruhi ala 3. Pendekatan Kompleks Wilayah Nah, yang terakhir adalah pendekatan analisis kompleks wilayah. Pendekatan ini merupakan pendketan yang spesifik pada hubungan atau interaksi antarwilayah yang saling membutuhkan dan kerjasama. Misalnya yang paling mudah adalah adanya perdangan yang terjadinya pertukaran antar kebutuhan komoditas. Pertukaran ini terjadi karena setiap wilayah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam produksi hasil kekayaan alamnya. Sebenarnya, penjelasan diatas sudah sangat Aku singkat sedemikian rupa supaya tidak panjang dan bertele-tele. Semoga mudah dipahami ya. Artikel Terkait Lainnya Memahami Apa itu Penginderaan Jauh Budaya Lokal Adalah Pertanyaan Umum Apa yang dimaksud dengan pendekatan keruangan?Pendekatan keruangan , yaitu upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Pendekatan kewilayahan?Kombinasi antara pendekatan keruangan dan kelingkungan,dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakteristik wilayah yang khas dan dapat dibedakan satu sama lain. Pendekatan spasial adalah suatu?Metode untuk memahami gejala tertentu agar mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam melalui media ruang yang dalam hal ini variabel ruang mendapati posisi utama dalam setiap analisis
- Geografi merupakan salah satu bidang ilmu yang memiliki sejarah panjang di peradaban manusia. Telah dipelajari sejak abad-abad sebelum masehi oleh para pemikir Yunani kuno, geografi tumbuh menjadi ilmu yang semakin kompleks dari masa ke masa hingga mencakup objek kajian luas pada era sejarah perkembangannya, geografi tumbuh menjadi ilmu empiris sekaligus terapan yang membawa resonansi luas. Ketika masih terbatas pada kajian letak lokasi dan batas wilayah, ilmu geografi telah menjelma sebagai kajian dengan basis data faktual yang akurat, dan menghasilkan produk akhir yang memberi banyak manfaat bagi manusia, yakni awalnya ia dikembangkan untuk keperluan inventarisasi data wilayah, geografi memberi banyak pengetahuan soal permukaan bumi, sesuatu yang sangat penting bagi peradaban manusia. Di sisi lain, sebagai imbas dari kajian permukaan bumi, geografi juga berkembang menjadi bidang ilmu yang memakai metode komparasi guna memahami perbandingan antarwilayah. John A. Matthews dan David T. Herbert dalam buku mereka, Geography A Very Short Introduction 2008106 menjelaskan karakteristik khas dari geografi tersebut mengantarkan ilmu ini menjadi sumber pengetahuan untuk pengelolaan ruang, wilayah, dan bentang alam, iklim, biota, dan kondisi tanah, yang merupakan salah satu bagian dalam ilmu geografi, tidak hanya menyediakan pemahaman ilmiah akan perubahan lingkungan dan efek aktivitas manusia di suatu wilayah. Lebih luas lagi, ia memberikan basis bagi lahirnya ilmu terapan yang membantu manusia dalam kegiatan eksploitasi maupun konservasi sumber daya alam. Sebagai contoh, kembali menukil penjelasan Matthews dan Herbert 2018, pemanfaatan metode survei lahan di Inggris menunjukkan sumbangan besar para ahli geografi terhadap perkembangan awal kebijakan perencanaan wilayah di kota maupun desa. Hal yang sama membantu pemerintah kolonial lebih cepat mengeksploitasi sumber daya alam di berbagai negara jajahan pada masa saat imperialisme mendunia. Tradisi eksplorasi alam yang melekat dalam ilmu geografi membuat para ahli bidang ini geograf berperan sebagai 'guru' yang memberi tahu banyak orang mengenai sifat dan tatanan lingkungan tempat mereka tinggal. Sifat dan tatanan itu tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam melainkan juga budaya manusianya. Bisa diambil kesimpulan, sebagai ilmu yang mengkaji berbagai faktor yang kompleks terkait suatu tempat di permukaan bumi, kajian geografi bisa mencakup 2 unsur sekaligus aspek fisik alam dan aspek sosial manusia. Mengutip artikel bertajuk "Geografi dalam Perspektif Filsafat Ilmu" dalam jurnal Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No. 1, 2019, keberadaan 2 aspek tadi menuntut kajian geografi menyediakan analisis sintesis yang komprehensif mengenai suatu fenomena itu, masih merujuk ulasan yang sama, kajian geografi perlu menggunakan tiga pendekatan utama. Adapun ketiganya adalah Pendekatan Keruangan, Pendekatan Kelingkungan Ekologis, dan Pendekatan Kompleks Wilayah. Tiga pendekatan di atas menjadi ciri khas geografi yang tidak terdapat dalam ilmu lain. Lalu, apa yang dimaksud dengan Pendekatan Kompleks Wilayah, Pendekatan Keruangan, dan Pendekatan Ekologis dalam ilmu geografi?Pengertian Pendekatan Kompleks Wilayah, Keruangan, & Ekologis Ketika ilmu pengetahuan memasuki abad modern, berkembang arus pemahaman bahwa geografi perlu menyediakan kajian yang komprehensif mengenai permukaan bumi. Maka, lahirlah apa yang disebut geografi terpadu Integrated Geography. Dalam penerapan geografi terpadu, peran dari 3 pendekatan di atas menjadi penting. Menurut Matthews dan Herbert 2018 82-83, istilah 'geografi terpadu' muncul ketika kebutuhan agar bidang studi ini mencakup aspek fisik sekaligus aspek manusia sosial semakin besar. Sebab, ada banyak penelitian tentang kewilayahan yang memerlukan kombinasi antara kajian aspek fisik dan contohnya, penelitian mengenai dampak eksplorasi sumber daya alam, bencana, hingga perubahan lingkungan tidak dapat hanya berkutat pada aspek fisik kondisi alam, melainkan juga musti memperhatikan unsur peran manusianya. Cakupan kajian dalam 'geografi terpadu' tersebut tidak hanya memperluas objek kajian dalam ilmu ini. Ia pun memperbanyak jenis pendekatan dalam geografi. Manfaat dari perkembangan ini adalah geografi terus mampu menjawab berbagai isu mutakhir sekaligus menjembatani disiplin sains dan ilmu-ilmu sosial. Sebagaimana dikutip dari Modul Geografi 2020 terbitan Kemdikbud serta sejumlah sumber yang lain, berikut penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan pendekatan Keruangan, Pendekatan Ekologi dan Pendekatan Kompleks Wilayah. 1. Pengertian Pendekatan KeruanganPendekatan Keruangan adalah pendekatan dalam bidang geografi yang menganalisis gejala-gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam pendekatan keruangan berfokus kepada analisa sintesis tentang variasi perbedaan lokasi di permukaan bumi, dan faktor-faktor dominan yang memengaruhi perbedaan tersebut. Titik berat pendekatan ini terletak di aspek terkait ruang. Adapun ruang merupakan keseluruhan ataupun sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup tumbuhan, hewan, dan juga manusia. Kondisi ruang itu kemudian dikaji dari segi perbedaan lokasi, sifat, struktur, pola, serta proses perkembangannya. Perbedaan lokasi dan sifat ruang berhubungan dengan kedudukan suatu wilayah. Sedangkan aspek struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang, yakni titik, garis, dan area. Sementara pola keruangan menunjukkan distribusi tiga elemen di atas. Distribusi elemen-elemen itu bisa membentuk pola memanjang, radial, dan lain sebagainya. Jika elemen-elemen itu berubah maka berarti terjadi proses menggunakan pendekatan keruangan, ahli geografi akan berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran gejala alam. Tujuan memahami faktor-faktor itu adalah menemukan cara untuk mengubah pola sehingga bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, analisis dengan pendekatan keruangan tertuju pada perbedaan karakteristik suatu wilayah, baik yang menyangkut kondisi alam maupun Pengertian Pendekatan Ekologis KelingkunganDisebut juga dengan istilah Pendekatan Kelingkungan, Pendekatan Ekologis adalah pendekatan di kajian geografi yang menganalisis keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang kajian dalam pendekatan ekologis terletak pada interaksi antara manusia dengan lingkungan alam. Itulah kenapa, dipakai istilah pendekatan ekologis. Sebab, istilah ekologis merujuk kepada ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme hidup dan lingkungannya. Dalam kaca mata ilmu geografi, lingkungan mencakup dua aspek, yakni perilaku organisme serta fenomena alam. Sisi perilaku manusia itu menyentuh unsur perkembangan gagasan dan kesadaran lingkungan. Pengamatan terhadap interelasi keduanya menjadi ciri khas pendekatan ekologis. Analisis dalam kajian yang menggunakan pendekatan ekologis bisa diarahkan untuk menjawab 6 pertanyaan khas dalam geografi, yakni 5W + 1H. Keenam pertanyaan geografi itu adalah sebagai berikut What apa untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi When kapan untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam Where di mana untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung Why mengapa untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam Who siapa untuk mengetahui pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam. How bagaimana untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam. 3. Pengertian Pendekatan Kompleks Wilayah Pendekatan kompleks wilayah adalah perpaduan dari pendekatan keruangan dan ekologis. Dalam pendekatan kompleks wilayah, analisis tertuju pada kajian komprehensif terhadap suatu wilayah yang meliputi aspek fisik dan aspek sosial manusia.Analisis dalam pendekatan ini menitikberatkan pada areal differentiation. Maksud dari istilah areal differentiation adalah adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan karakteristik itu mendorong suatu wilayah berinteraksi dengan wilayah lain. Proses yang dikenal sebagai "interaksi antar-ruang" itu terjadi seiring dengan adanya permintaan kebutuhan dan penawaran ketersediaan. Contoh Pendekatan Kompleks Wilayah, Keruangan, serta Ekologis Untuk lebih memahami 3 pendekatan geografi di atas, perlu untuk melihat bagaimana contoh dari penggunaan ketiganya dalam analisis di bidang ini. Sesungguhnya, ada banyak contoh objek kajian geografi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dianalisis dengan pendekatan keruangan, ekologis maupun kompleks wilayah. Contoh-contoh di bawah ini merupakan gambaran sederhana tentang penggunaan tiga pendekatan geografi itu untuk menganalisis berbagai fenomena geosfer dalam kehidupan. 1. Contoh Pendekatan KeruanganDalam pendekatan keruangan, terdapat 2 fokus analisis. Pertama, penyebaran penggunaan ruang yang telah ada. Kedua, penyebaran ruang yang akan dipakai untuk berbagai kegunaan yang sudah direncanakan. Pendekatan keruangan dapat digunakan untuk menganalisis fenomena alam yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang bisa dianalisis adalah bencana alam. Contohnya mengapa Pulau Sumatra dan Pulau Jawa mempunyai indeks risiko gempa bumi sangat tinggi dibandingkan dengan Pulau Kalimantan. Analisis dengan pendekatan keruangan akan menunjukkan faktor-faktor dominan yang memberi pengaruh besar terhadap perbedaan risiko gempa bumi di 3 pulau tersebut. Faktor penyebab perbedaan risiko gempa itu bisa dari kondisi geologis yang berbeda antara Pulau Sumatra dan Jawa dengan Pulau Kalimantan. Faktor risiko gempa lainnya, bisa juga dipengaruhi oleh kepadatan bangunan dan populasi di tiga pulau itu yang tidak sama. 2. Contoh Pendekatan EkologisContoh pendekatan ekologis bisa diterapkan untuk menganalisis fenomena bencana banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia saban musim hujan datang. Banjir rutin biasanya terjadi di Jakarta, kawasan pantura Jawa, sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatra serta masih banyak lagi. Untuk menganalisis fenomena bencana banjir di suatu wilayah, implementasi pendekatan ekologis bisa bermula dengan pengumpulan data sebagai berikut Kondisi fisik yang memicu banjir, seperti jenis tanah, topografi, vegetasi di lokasi bencana. Sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan alam di lokasi tersebut. Kegiatan budi daya yang ada kaitannya dengan alih fungsi lahan. Hubungan antara budi daya dan dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan banjir. Hasil analisis terhadap data-data di atas kemudian digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah, yakni mencegah bencana banjir Contoh Pendekatan Kompleks WilayahAnalisis dengan pendekatan kompleks wilayah bisa diterapkan dalam perancangan/perencanaan kawasan permukiman. Sebagai contoh, pendekatan kompleks wilayah bisa dipakai untuk analisis terhadap kelayakan wilayah di Pulau Kalimantan untuk lokasi transmigrasi. Ada dua langkah yang bisa dilakukan dalam analisis dengan pendekatan kompleks wilayah melakukan identifikasi wilayah potensial di Pulau Kalimantan yang memenuhi persyaratan minimum untuk menjadi wilayah permukiman baru bagi transmigran. Syarat minimum itu seperti kesuburan tanah, tingkat kemiringan lereng, kondisi sumber air, dan lain sebagainya. Kedua, melakukan identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam pengembangan kawasan transmigrasi pendekatan kompleks wilayah yang lainnya adalah analisis soal bencana banjir di kawasan DKI Jakarta. Dengan pendekatan kompleksitas wilayah, kajian soal banjir Jakarta bisa dilakukan dengan pengumpulan data sebagai berikut Peta kawasan di Jakarta yang sering dilanda banjir saat musim hujan Kondisi geologis dan topografi wilayah-wilayah yang kerap dilanda banjir Tingkat kepadatan bangunan dan penduduk di lokasi rawan banjir Aktivitas manusia yang memicu banjir alih fungsi lahan, pembuangan sampah ke sungai Kualitas sistem sanitasi atau saluran air di wilayah rawan banjir dan sekitarnya Keterkaitan banjir Jakarta dengan kondisi di kawasan hulu, seperti Bogor Tingkat rata-rata curah hujan di Jakarta dan area hulu saat terjadi banjir Alih fungsi lahan dan pengurangan vegetasi di kawasan hulu. Dari analisis terhadap hasil pendataan di atas, kemudian bisa disimpulkan kompleksitas penyebab banjir di Jakarta. Dari hasil analisis itu, lalu bisa diketahui pula tingkat risiko banjir di Jakarta. Lebih penting lagi, analisis itu musti berujung pada perumusan konsep perencanaan wilayah yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir dan mencegah bencana ini terus berulang saban tahun di juga Eksploitasi Alam Sejak Masa Kolonial Penyebab Banjir di Lebak Penyebab Banjir Kalsel Menurut Analisis LAPAN, Aktivis, dan KLHK - Pendidikan Penulis Addi M IdhomEditor Yantina Debora
3 Pendekatan Geografi Pengertian, Jenis, dan ContohnyaA. Pengertian Pendekatan GeografiB. Jenis-jenis Pendekatan Geografi1. Pendekatan Keruangan Spatial ApproachCiri Pendekatan KeruanganContoh Pendekatan Keruangan2. Pendekatan Kelingkungan Ecological approachCiri Pendekatan KelingkunganContoh Pendekatan Kelingkungan3. Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional ApproachCiri Pendekatan Kewilayahan/Kompleks WilayahContoh Pendekatan Kewilayahan/Kompleks WilayahC. Contoh Soal Pendekatan Geografi1. Soal SNMPTN 20112. Soal SPMB 20033. Soal SIMAK UI 20134. Soal UN 20195. Soal UN 20176. Soal UN 20167. Soal UN 20158. Soal UN 20149. Soal UN 201410. Soal UN 201311. Soal UN 201212. Soal UN 201113. Soal UN 200914. Soal UN 200815. Soal UN 2008 A. Pengertian Pendekatan Geografi Pendekatan Geografi geographical approach adalah sudut pandang dalam mengkaji atau mempelajari fenomena geosfer. Kita juga dapat menyebut pendekatan sebagai objek formal. Setiap disiplin ilmu memiliki pendekatan atau objek formalnya masing-masing. Disiplin Ilmu Ekonomi akan mengkaji suatu fenomena atau permasalahan dari sudut pandang pemenuhan kebutuhan, Ilmu Sejarah akan mengkaji suatu topik dari sudut pandang kejadian di masa lampau dan menekankan pada kronologis, sedangkan Geografi pendekatannya selalu berkaitan dengan ruang tempat. Dari semua kata tanya what, who, where, when, why, dan how 5W 1H yang membedakan Geografi dengan disiplin ilmu lainnya adalah penekanan pada kata tanya where di mana. Ilmu Geografi selalu mengkaji suatu topik B. Jenis-jenis Pendekatan Geografi Geografi memiliki tiga pendekatan, yaitu 1. Pendekatan Keruangan Spatial Approach Objek formal atau pendekatan ini mengkaji fenomena geosfer dengan melihat pada ruang atau tempatnya. Pendekatan keruangan mempelajari masalah yang penyebabnya muncul dari tempat itu sendiri dari alam. Ciri Pendekatan Keruangan Pendekatan ini mengkaji fenomena geosfer yang terjadi secara alami, bukan karena campur tangan manusia. Pendekatan spasial adalah nama lain dari pendekatan keruangan. Contoh Pendekatan Keruangan Wilayah Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng besar sehingga sering terjadi gempa bumi. Gempa kuat yang terjadi di dasar Samudera Hindia menyebabkan terjadinya tsunami. Erupsi Gunung Merapi menyebabkan daerah sekitarnya tertutup abu vulkanik yang tebal. 2. Pendekatan Kelingkungan Ecological approach Pendekatan ini disebut juga ekologi. Pendekatan ekologi mengkaji fenomena geosfer dengan mengamati interaksi antara makhluk hidup dengan tempat tinggal atau lingkungannya. Masalah seperti pencemaran, banjir, dan tanah longsor menjadi bahasan dalam pendekatan ini. Kita dapat mengatakan pendekatan kelingkungan mempelajari masalah yang penyebabnya muncul karena manusia. Ciri Pendekatan Kelingkungan Membahas fenomena geosfer yang penyebabnya muncul oleh sebab perbuatan manusia. Contoh Pendekatan Kelingkungan Karena tidak disiplin dalam mengelola drainase dan sampah, maka kota X sering mengalami banjir. Penebangan pohon di hutan sekitar hulu sungai menjadi penyebab terjadinya longsor. Akibat kelalaian para pekerja di dalam hutan, terjadilah kebakaran besar yang menghanguskan berhektar-hektar hutan. 3. Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional Approach Pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan kelingkungan. Para ahli geografi menyebut pendekatan ini kompleks wilayah karena mengkaji masalah yang lebih rumit daripada pendekatan-pendekatan lain sebelumnya di atas. Ciri Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Mengkaji fenomena geosfer yang penyebabnya kombinasi dari kejadian alami kemudian ada perbuatan manusia gabungan keruangan dan kelingkungan. Mengkaji masalah yang rumit kompleks. Biasanya melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Contoh Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Pengelolaan daerah aliran sungai yang kurang terpadu antara pemerintah Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebabkan banjir di Jadetabek dan sekitarnya. Setiap hari kemacetan di Jakarta disumbang oleh warganya sendiri dan juga masyarakat suburban yang tinggal di Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pembangunan daerah-daerah di Indonesia yang hanya berpusat di beberapa lokasi saja menyebabkan persebaran kepadatan penduduk yang tidak merata. C. Contoh Soal Pendekatan Geografi 1. Soal SNMPTN 2011 Contoh penerapan analisis spasial dalam kegiatan pembangunan adalah …. A pengelolaan bencana banjir daerah hilir melalui penghijauan daerah hulu B penanggulangan bencana gempa bumi dengan bangunan tahan gempa C pengentasan kemiskinan penduduk melalui peningkatan pendapatan D peningkatan kesejahteraan penduduk melalui penyediaan lapangan kerja E pengendalian perubahan penggunaan lahan melalui penerapan peraturan daerah Pembahasan Analisis spasial pendekatan keruangan adalah sudut pandang dalam mempelajari fenomena geosfer yang munculnya dari tempat ruang itu sendiri. Dengan kata lain penyebabnya adalah sesuatu yang alami. Pendekatan keruangan biasanya tidak jauh dari pembahasan tentang gempa bumi, gunung, meletus, tsunami dan fenomena geosfer lainnya yang penyebabnya alam. Maka dari lima pilihan jawaban yang tersedia yang paling tepat adalah B penanggulangan bencana gempa bumi dengan bangunan tahan gempa. 2. Soal SPMB 2003 Analisis di bidang geografi yang berlandaskan pada pendekatan ekosistem disebut analisis …. A tetangga terdekat B ekologi C regional D keruangan E statistik Pembahasan Ekosistem artinya adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Berbicara tentang ekosistem berarti berbicara tentang lingkungan. Pendekatan atau analisis geografi yang paling tepat adalah B ekologi. 3. Soal SIMAK UI 2013 Penduduk wilayah pesisir memiliki cara hidup yang berbeda dengan penduduk di pegunungan. Mata pencaharian mereka berbeda, demikian juga cara mereka berpakaian. Sumber daya yang menjadi pendukung kehidupan mereka pun berbeda. Bentuk analisis yang dilakukan untuk mengkaji perbedaan suatu tempat dalam ilmu geografi dikenal sebagai …. A analisis keruangan B analisis kewilayahan C analisis kelingkungan D analisis tematik E analisis ekosistem Pembahasan Soal tersebut membicarakan perbedaan suatu tempat dengan tempat lainnya. Dengan merujuk ke penjelasan tiga pendekatan geografi pada materi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jawaban yang paling tepat adalah A analisis keruangan. 4. Soal UN 2019 Angka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang tinggi berdampak di wilayah sekitar. Salah satu yang terdampak yaitu Kabupaten Sidoarjo yang dihubungkan oleh jalan raya kelas I, sehingga menjadikan wilayah tersebut sebagai penyangga bagi Kota Surabaya. Pendekatan Geografi yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan kelingkungan B pendekatan topik C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan aktivitas manusia E pendekatan keruangan Pembahasan Masalah yang diangkat pada soal tersebut adalah pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang berdampak pada wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Sidoarjo. Dengan merujuk pada materi di atas, kita dapat temukan salah satu ciri pendekatan kompleks wilayah pada masalah ini. Ciri tersebut adalah melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Pendekatan Geografi yang paling tepat untuk mengkaji masalah ini adalah C pendekatan kompleks wilayah. 5. Soal UN 2017 Perluasan perkebunan kelapa sawit dengan membakar lahan gambut di wilayah Riau berdampak buruk yang mengakibatkan kebakaran hutan dan gangguan asap di beberapa provinsi tetangganya. Pendekatan geografi yang sesuai dengan fenomena tersebut adalah …. A pendekatan kompleks wilayah B pendekatan ekologi C pendekatan spasial D pendekatan keruangan E pendekatan lingkungan Pembahasan Topik yang menjadi permasalahan pada soal ini mirip dengan soal nomor 4. Kemiripannya adalah sama-sama membahas fenomena yang melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Kalau kita jeli mengamatinya, maka soal ini akan terlihat sangat mudah. Saking mudahnya bahkan bisa dijawab tanpa membaca kalimat soal. Loh, kok bisa? Jelas bisa. Coba perhatikan lima pilihan jawaban di atas! A pendekatan kompleks wilayah B pendekatan ekologi C pendekatan spasial D pendekatan keruangan E pendekatan lingkungan Pilihan jawaban B pendekatan ekologi memiliki makna yang sama dengan E pendekatan kelingkungan, sehingga kita tidak bisa memilih B ataupun E. Kemudian pilihan jawaban C pendekatan spasial semakna dengan D pendekatan keruangan, jadi kita pun tidak bisa memilih C ataupun D. Jawaban yang paling tempat adalah A pendekatan kompleks wilayah. 6. Soal UN 2016 Hujan yang terjadi terus-menerus di kawasan puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah mengakibatkan terjadinya banjir lahar dingin yang melanda beberapa desa di lereng gunung. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji gejala tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kelingkungan C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan kewilayahan E pendekatan korologis Pembahasan Kita harus melihat soal ini lebih jeli daripada soal sebelumnya. Soal ini menyatakan “melanda beberapa desa”. Pernyataan ini tidak serta merta membuat jawabannya menjadi pendekatan kompleks wilayah. Kemudian perhatikan, ada dua pilihan jawaban yang semakna. Pilihan C pendekatan kompleks wilayah dan pilihan D pendekatan kewilayahan adalah pernyataan yang artinya sama. Maka kita tidak bisa memilih satupun dari kedua pilihan tersebut. Kita perlu mengetahui bahwa korologis bukanlah bagian dari pendekatan geografi, melainkan salah satu dari prinsip geografi. Soal menceritakan fenomena geosfer yang mengarah pada peristiwa yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Pilihan jawaban yang tepat adalah A pendekatan keruangan. 7. Soal UN 2015 Lalulintas di daerah perkotaan sering macet terutama pada musim hujan. Jalan banyak yang terendam air disebabkan curah hujan tinggi, banjir kiriman dari daerah sekitarnya, persentase pertambahan kendaraan lebih besar jika dibandingkan dengan pertambahan jalan, serta permukiman kumuh di pinggir-pinggir sungai. Pendekatan geografi untuk mengkaji masalah tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kompleks wilayah C pendekatan interrelasi D pendekatan kelingkungan E pendekatan keterkaitan keruangan Pembahasan Sebelum membahas lebih jauh, kita bisa mengeliminasi terlebih dahulu jawaban yang sudah pasti salah. A pendekatan keruangan B pendekatan kompleks wilayah C pendekatan interrelasi ❌ → interelasi adalah salah satu dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi D pendekatan kelingkungan E pendekatan keterkaitan keruangan ❌ → keterkaitan keruangan adalah salah satu dari konsep esensial geografi, bukan pendekatan geografi Dilihat dari kalimat soal kita bisa temukan bahwa membahas permasalahan yang rumit kompleks masalah yang muncul adalah akibat dari fenomena alam ditambah dengan perbuatan manusia melibatkan lebih dari satu wilayah Maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan kompleks wilayah 8. Soal UN 2014 Hujan deras yang mengguyur kota Medan beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di beberapa lokasi kota tersebut. Pendekatan yang diperlukan untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan sejarah C pendekatan komplek wilayah D pendekatan deskripsi E pendekatan keruangan Pembahasan Jawaban yang sudah pasti salah kita eliminasi terlebih dahulu A pendekatan ekologi B pendekatan sejarah ❌ → tidak ada istilah pendekatan sejarah dalam pelajaran kita di bab ini C pendekatan komplek wilayah D pendekatan deskripsi ❌ → deskripsi adalah salah satu dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi E pendekatan keruangan Meskipun kalimat soal menyatakan “…di beberapa lokasi kota tersebut”, namun tidak serta merta membuat jawabannya adalah pendekatan kompleks wilayah. Kita tidak menemukan ciri-ciri pendekatan kewilayahan/kompleks wilayah pada soal ini. Hujan deras adalah fenomena geosfer yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan keruangan. 9. Soal UN 2014 Alih fungsi lahan untuk permukiman, vila, resort, dan hotel di wilayah Bogor dan Bandung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan kronologi C pendekatan keruangan D pendekatan kewilayahan E pendekatan spasial Pembahasan Kita dapat mengeliminasi pilihan jawaban B pendekatan kronologi. Karena memang tidak ada yang namanya pendekatan kronologi dalam bab yang sedang kita pelajari. Kemudian perhatikan pilihan jawaban C dan E. Pendekatan keruangan dan pendekatan spasial adalah sama, maka kita tidak dapat memilih keduanya. Alih fungsi lahan menyebabkan banjir, berarti manusia yang menyebabkan fenomena tersebut terjadi. Kemudian yang terlibat dalam permasalahan ini lebih dari satu wilayah, sehingga pendekatan geografi yang digunakan adalah kewilayahan. 10. Soal UN 2013 Kebakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera menyebabkan berbagai permasalahan seperti gangguan pernapasan, jarak pandang yang terbatas bagi penduduk Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan topik C pendekatan aktivitas manusia D pendekatan kelingkungan E pendekatan kompeks wilayah Pembahasan Pada kalimat soal ini dapat kita temukan ciri-ciri Masalah yang kita temukan adalah masalah yang rumit kompleks Melibatkan lebih dari satu tempat/wilayah Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan kompleks wilayah. 11. Soal UN 2012 Angin puting beliung yang melanda wilayah Solo dan Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, merusak rumah-rumah warga dan perkantoran di daerah tersebut. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan keruangan C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan korologi E pendekatan regional Pembahasan Sebelum membahas lebih lanjut, kita dapat mengeliminasi beberapa pilihan jawaban yang sudah pasti salah A pendekatan ekologi B pendekatan keruangan C pendekatan kompleks wilayah ❌ → lihat pilihan jawaban E regional, kita tidak bisa memilih pernyataan yang semakna D pendekatan korologi ❌ → korologi bukanlah bagian dari pendekatan geografi, melainkan prinsip geografi E pendekatan regional ❌ → lihat pilihan jawaban C pendekatan kompleks wilayah, kita tidak bisa memilih pernyataan yang semakna Kemudian, angin puting beliung adalah fenomena yang terjadi oleh sebab alam, bukan campur tangan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan keruangan 12. Soal UN 2011 Daerah pantai sering dilanda banjir pasang rob. Kondisi itu dimanfaatkan penduduk untuk usaha pertambakan. Pendekatan geografi untuk menganalisis hal tersebut adalah …. A pendekatan spasial B pendekatan ekologi C pendekatan keruangan D pendekatan kelingkungan E pendekatan kewilayahan Pembahasan Kita dapat langsung menjawab soal tanpa membaca pertanyaannya berulang-ulang. Perhatikan pilihan jawaban A pendekatan spasial, ia semakna dengan C pendekatan keruangan, maka kita tidak bisa memilih keduanya. Pilihan jawaban B pendekatan ekologi semakna dengan D pendekatan kelingkungan, maka kita tidak dapat memilihnya juga. Kemudian, banjir pasang atau rob merupakan fenomena alam, dimanfaatkan untuk usaha pertambakan ini merupakan kegiatan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan kewilayahan. 13. Soal UN 2009 Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir, sehingga masyarakat membuat tanggul penahan banjir dan pada waktu banjir terjadi sering kali pemukiman ditinggal penghuninya. Pendekatan geografi untuk mempelajari peristiwa tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kewilayahan C pendekatan kelingkungan D pendekatan sosial E pendekatan kemanusiaan Pembahasan Pada kalimat soal, bagian “Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir” menunjukkan fenomena yang terjadi secara alami. Maka ini merupakan penerapan dari pendekatan keruangan. Kemudian, pada bagian “masyarakat membuat tanggul penahan banjir” menunjukkan aktivitas manusia. Maka kita dapat katakan ini merupakan penerapan dari pendekatan kelingkungan. Pendekatan keruangan bergabung dengan pendekatan kelingkungan, maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan kewilayahan. 14. Soal UN 2008 Setiap musim penghujan di Jakarta dan sekitarnya sering terjadi banjir dan tanah longsor terutama di kawasan hilir Ciliwung. Untuk memecahkan masalah tersebut dalam studi geografi dilakukan dengan …. A pendekatan keruangan B pendekatan ekologi C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan regionalisasi E pendekatan kewilayahan Pembahasan Pada soal ini kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban C pendekatan kompleks wilayah, D pendekatan regionalisasi, dan E pendekatan kewilayahan. Alasannya adalah ketiganya adalah pernyataan yang semakna, maka kita tidak bisa memilih satupun dari tiga pilihan tersebut. Walaupun soal ini mengangkat fenomena banjir, tetapi kita tidak dapat memilih pendekatan kelingkungan. Alasannya adalah kalimat soal tidak menyatakan penyebabnya dari ulah manusia, maka di sini kita pilih jawaban A pendekatan keruangan. 15. Soal UN 2008 Peristiwa alam seperti tanah longsor di Gunung Leuser Aceh, merupakan fenomena geosfer yang dapat dikaji melalui pendekatan geografi yang tepat adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kelingkungan C pendekatan persebaran D pendekatan kewilayahan E pendekatan korologis Pembahasan Kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban C dan E karena persebaran dan korologis merupakan bagian dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi. Soal ini menyebutkan fenomena yang terjadi secara alami, maka kita dapat memilih jawaban A pendekatan keruangan. Demikianlah pelajaran tentang pendekatan geografi, semoga bermanfaat. Baca juga Ilmu Penunjang Geografi yang Perlu Kamu Ketahui
tuliskan contoh gejala geografi yang sesuai dengan pendekatan ekologi