Koleksi Kitab Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari; Hubungan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dengan Al Azhar; Cerita Kyai Marsudi Suhud tentang Ke-NU-an Habib Jindan; Tulisan Mbah Hasyim Tahun 1943: 'Prajurit Pembela Tanah Air' Kisah di Balik Foto Langka Mbah Hasyim Memangku Putra Pertamanya; KH. Hasyim Asy’ari dan Jejaring Pesantren di Pulau Jawa Pendidikan Karakter menurut . Amin Nurbaedi 209 dihasilkan karakter anak yang baik pula. Karakter merupakan kualitas atas kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti seseorang yang menjadi KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan KH Hasyim Asyari sebagai pendiri NU adalah dua orang sahabat. Tidak hanya bersahabat, keduanya dua kali pernah belajar dari satu guru yang sama, alias "satu guru satu ilmu". BACA JUGA: KH Ahmad Dahlan Lelang Sarung, Baju, Hingga Lemari untuk Menggaji Guru Muhammadiyah Pada perkembangannya, NU kemudian mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai penetapan sebagai Hari Santri. Hal itu dilatari pencetusan Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai respons perlawanan terhadap Belanda yang kembali menyerang tanah air pasca kemerdekaan. Fatwa Resolusi Jihad yang berisi tiga poin, yakni: "KH Hasyim Asy’ari merupakan pemegang sanad ke-14 dari Kitab Shahih Bukhari Muslim. Keilamuan agama ia perdalam di tanah hijaz dan banyak berguru dari ulama kelahiran Nusantara di Makkah seperti Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syaikh Mahfudz Termas, Syaikh Yasin Al-Fadani, dan ulama-ulama lainnya. Mereka kemudian tinggal di Mekkah selama 7 bulan.3 KH Hasyim Asy’ari pada akhirnya harus kembali sendirian karena istrinya meninggal setelah melahirkan seorang anak yang bernama Abdullah. Pada tahun 1893, KH Hasyim Asy’ari Asyari kemudian kembali lagi ke Mekkah untuk memperdalam agamanya. Ia kemudian tinggal di sana selama tujuh tahun. UQ4Y.

kh hasyim asyari png hd