Berbaktikepada orang tua dapat kita kaitkan dengan kisah salah seorang Nabi, yaitu nabi Ismail AS yang dikenal dengan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah dan orang tuanya. Nabi Ismail ASselalu melaksanakan perintah Allah tanpa ragu sedikit pun, dan selalu menjauhi larangan-nya. Begitu juga dengan berbakti kepada orang tuanya. RidhoOrang Tua Ridho Allah, Tanya Jawab Bersama UAS | Syiar Ramadhan tvOne Video Religi. Sabtu, 16 Mei 2020. Oleh : tvOne Share : Sedangkan secara terminologi, kata syirik berarti menyekutukan Allah dengan entitas lain. 58:55 Permintaanizin calon Mempelai Wanita kepada Ayah dan Bundanya ketika akan ijab qabul pernikahan. Hal ini memang bukan suatu syarat ataupun rukun dalam ceremoni/upacara pernikahan itu sendiri. Namun di kalangan masyarakat pada umumnya hal itu masih dilakukan sebelum ijab qabul atau akad nikah. Maka menurut hemat penulis, tradisi Saatbisa berikan jubah dan mahkota pada orang tua. Saat bisa membawa kedua orang tua menuju surga. Jadikanlah mahkota itu sebagai alasan engkau lahir. Raih ridho Allah, dapatkan mahkotanya #4 Jangan Pamer. Tak perlu kau beritahu seberapa banyak hapalanmu. Tak usah pula kau pamerkan usahamu. Jangan ciptakan celah kesombongan Rosulullahbersabda: Ridho Allah ada di dalam ridho orang tua, dan murka Allah ada di dalam murka orang tua. (HR Baihaqi) Dalamhadits ini oleh Rasulullah SAW. diterangkan bahwa keberadaan orang tua yang telah berusia lanjut itu justru kesempatan paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah dan jembatan emas menuju surga. Karena itu justru rugi besar, orang yang menyia – nyiakan kesempatan yang paling baik ini, sehingga dia mengabaikan hak – hak orang pkEWeKk. Dalam hadits yang dibahas kali ini kita akan tahu bagaimanakah keutamaan berbakti pada orang tua. Ingatlah ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, murka Allah tergantung pada murka orang tua. Kitabul Jaami’ dari Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani بَابُ اَلْبِرِّ وَالصِّلَةِ Bab Berbuat Baik pada Orang Tua dan Silaturahim Berbuat Baik pada Kerabat Hadits 1466 وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ – رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ – أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِم Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ashr radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi, hadits ini sahih menurut Ibnu Hibban dan Al-Hakim [HR. Tirmidzi, no. 1899; Ibnu Hibban, 2172; Al-Hakim, 4151-152. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]. Faedah Hadits Hadits ini menunjukkan keutamaan berbakti kepada orang tua dan mencari ridha keduanya, dan membuat mereka senang bahagia. Karena ridha dan kecintaan Allah itu datang karena keridhaan orang tua, murka Allah itu datang karena murka orang tua. Siapa yang berbuat baik pada orang tua, maka ia telah menaati Allah. Siapa yang berbuat jelek pada orang tua, berarti ia telah membuat Allah murka. Hadits ini jadi dalil wajibnya berbakti pada orang tua dan diharamkan durhaka kepada mereka. Ridha orang tua didapat dengan bakti, berbuat baik, dan bersikap lemah lembut. Bentuk berbuat baik pada orang tua adalah tidak mencela dan menghardik mereka ketika mereka sudah berada di usia senja. Di antara bentuk bakti adalah menuruti apa yang orang tua inginkan selama bukan maksiat. Ibu lebih didahulukan dalam berbakti dibanding ayah. Bagaimana cara membahagiakan orang tua? Pertama Menuruti perintah keduanya. Atha’ pernah ditanya oleh seseorang yang ibunya meminta kepadanya untuk shalat wajib dan puasa Ramadhan saja tidak ada amalan sunnah, pen., apakah perlu dituruti. Atha’ mengatakan, “Iya tetap dituruti perintahnya tersebut.” Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 67. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398 Usamah bin Zaid, seorang sahabat yang dirinya dan orang tuanya disayangi oleh Rasul shallallahu alaihi wa sallam menyatakan bahwa ia memiliki seribu pohon kurma. Ia memang sengaja mempercantik atau merapikannya. Lalu ada yang berkata pada Usamah, kenapa bisa sampai lakukan seperti itu. Usamah menjawab bahwa ibunya sangat suka jika melihat keadaan kebun kurma itu indah, maka ia melakukannya. Apa saja hal dunia yang diminta oleh ibunya, ia pasti memenuhinya. Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 225. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 396 Kedua Tidak menyakiti hati orang tua. Imam Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa uququl walidaindurhaka kepada orang tua adalah segala bentuk menyakiti keduanya. Taat kepada orang tua itu wajib dalam segala hal selain pada perkara maksiat. Menyelisihi perintah keduanya juga termasuk durhaka. Lihat Syarh Shahih Muslim, 277. ’Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata, إِبْكَاءُ الوَالِدَيْنِ مِنَ العُقُوْقِ “Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.” Birr Al-Walidain, hlm. 8, Ibnul Jauziy Ketiga Berakhlak mulia di hadapan keduanya. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu anhuma, ia berkata, جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ ». قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ» “Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ia ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas bertanya, Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Ia jawab, Iya masih.’ Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda, Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.’” HR. Muslim, no. 2549 Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan, فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا “Kembalilah kepada kedua orang tuamu, berbuat baiklah kepada keduanya.” HR. Muslim, no. 2549 Imam Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa ini semua adalah dalil agungnya keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua lebih utama dibandingkan jihad. Ini jadi dalil—sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah­—bahwa tidak boleh seseorang pergi berjihad kecuali setelah mendapatkan izin keduanya jika keduanya muslim atau salah satunya muslim. Sedangkan jika kedua orang tuanya musyrik, menurut ulama Syafi’i tidak disyaratkan untuk meminta izin. Demikian penjelasan dalam Syarh Shahih Muslim, 1695. Dari Urwah atau selainnya, ia menceritakan bahwa Abu Hurairah pernah melihat dua orang. Lalu beliau berkata kepada salah satunya, مَا هَذَا مِنْكَ ؟ فَقَالَ أَبِي. فَقالَ ” لاَ تُسَمِّهِ بِاسْمِهِ، وَلاَ تَمْشِ أَمَامَهُ، وَلاَ تَجْلِسْ قَبْلَهُ “Apa hubungan dia denganmu?” Orang itu menjawab, “Dia ayahku.” Abu Hurairah lalu berkata, “Janganlah engkau memanggil ayahmu dengan namanya saja, janganlah berjalan di hadapannya dan janganlah duduk sebelum ia duduk.” HR. Bukhari dalam Adab Al-Mufrad, no. 44. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih secara sanad. Keempat Mendahulukan perintah keduanya dari perkara sunnah. Sebagaimana pelajaran mengenai hal ini terdapat dalam kisah Juraij yang didoakan jelek oleh ibunya karena lebih mendahulukan shalat sunnahnya dibanding panggilan ibunya yang memanggilnya tiga kali. Baca juga Kisah Juraij dan Doa Jelek Orang Tuanya Baca selengkapnya Cara Membahagiakan Orang Tua Referensi Minhah Al-Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid kesepuluh. Selasa sore, 8 Syawal 1440 H di DarushSholihin Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Jakarta - Hadits tentang ridho orangtua ini penting diketahui untuk meraih surga Allah SWT. Dalam Al-quran surat Al-Baqarah ayat 83, ditegaskan bahwa orangtua harus surat Al-Baqarah ayat 83وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَArtinya "Dan ingatlah, ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil yaitu Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling."Kemudian dalam Al-quran surat An-Nisaa ayat 36, Allah SWT melarang umatnya untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada orangtua. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 36وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰوَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًاArtinya "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."Jika seorang anak yang durhaka kepada ibu atau ayahnya tidak akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Hadits tentang ridho kepada orang tua diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi yang berbunyi "Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua." HR. Tirmidzi.Dilansir dalam buku 'Keajaiban Doa & Ridho Ibu' oleh Mutia Mutmainnah, menuliskan doa kedua orangtua sangat berpengaruh dalam kunci kesuksesan anak-anaknya. Rasulullah Saw bersabda"Doa orangtua untuk anaknya sama seperti doa nabi terhadap umatnya." HR. Ad Dailami.Bahkan menurut hadits tentang ridho orangtua oleh HR. Bukhari Muslim, "Ada tiga macam golongan yang doanya mustajab yang tidak diragukan lagi kedahsyatannya, yaitu 1 Doa orangtua kepada anaknya, 2 Doa orang musafirorang yang sedang bepergian dan 3 Doa orang yang dizhalimi." HR. Bukhari Muslim.Dalam buku 'Dahsyatnya Ridha Orangtua' oleh Samsul Rijal Hamid disebutkan bahwa Abu Hurairah Ra mengabarkan, suatu ketika Nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda,"Dia celaka! Dia celaka!". Salah seorang sahabat bertanya, "Siapakah yang celaka wahai Rasulullah?"Nabi Muhammad Saw menjelaskan, "Siapa yang mendapati kedua atau salah satu dari orangtuanya dalam usia lanjut, tetapi dia tidak berusaha masuk surga dengan merawat orangtuanya sebaik-baiknya." HR. Muslim"Wahai Rasulullah, lalu bagaimana jika sudah tidak punya ibu bapak lagi? Apakah yang harus dilakukan?" tanya Muhammad Saw bersabda, "Hendaklah ia bersedekah untuk keduanya dengan menjamu makan, membaca Al-quran, atau mendoakan mereka. Apabila hal itu ditinggalkannya, maka sesungguhnya ia telah durhaka. Dan siapa pun yang durhaka terhadap ibu bapaknya, maka sungguh dia telah berbuat maksiat."Setelah dijelaskan mengenai dalil dan hadits tentang ridho orangtua, semoga ini dapat membuka jalan semuanya agar bisa semakin menghargai dan menghormati kedua orangtua. lus/erd Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ridho itu artinya rela, mencari Ridho Allah artinya mencari apa yang membuat Allah rela pada kita. Maka seorang yang memiliki prinsip hidup mencari ridho Allah adalah mereka yang menuhankan Allah sekaligus memiliki prinsip Lailahaillallah. Dan siapa yang memiliki filosofi Lailahaillallah dan mengucapkan dengan ikhlas mengerti dari dalam hati Maka pasti ia akan masuk Syurga dan siapa diakhir kalamnya mengucapkan kalimat Lailahaillallah pasti masuk syurga Sabda Nabi Muhammad .Tapi yang dimaksud mencari Ridho Allah itu tidak hanya sholat dan ibadah dengan tekun dimasjid. Tidak hanya berzikir atau mengaji, namun memiliki makna yang sangat luas. Ini menyangkut filosofi hidup , menyangkut ideologi .Konskwensinya sangat luas, seorang yang mencari Ridho Allah maka ia akan mengikuti apa yang diinginkan Allah, Ia akan banyak berbuat baik, berhati lembut, tidak suka menyakiti perasaan saudara , menjaga keamanan sosial, banyak berkorban untuk manusia dan titik akhirnya adalah memanifestasikan kehendak Allah. Sikap-sikap baik yang membiaskan rahmat bagi semesta alam inilah yang menjadi ukurannya. Prinsip- prinsip utama seperti inilah yang saat ini terkikis dan semakin langka kita temukan. Saat ini banyak orang bertindak sebaliknya, manusia -manusia mencari murkanya Allah bukan mencari ridho Allah. Hak- hak rakyat kecil yang tertindas diabaikan, kebenaran dilecehkan, keadilan diinjak- injak. Kebohongan diikuti, semakin banyak orang yang menangis, semakin banyak orang yang disengsarakan, semakin banyak orang yang bertindak semaunya tanpa menghiraukan perasaan saudaranya. Padahal Nabi Muhammad mengatakan " Siapa yang menyakiti orang mukmin orang yang baik yang diridhoi Allah maka ia menyakiti RasulNya Nabi Muhammad , siapa yang menyakiti RasulNya maka menyakiti Allah , ". Jadi sangat jelas , seorang yang menyakiti rakyat kecil dan menyakiti hati saudaranya adalah menyakiti Allah , maka Allah pasti akan murka kepada orang tersebut. Orang dulu, leluhur bangsa ini sangat menjunjung prinsip ini. Mereka sangat takut pada yang kuasa dan sangat menjaga keamanan sosial. Mereka sangat mengupayakan terciptanya keamanan sosial dan saling menjaga perasaan. Saat ini yang terjadi sebaliknya, misal kasus mendirikan jalan tol di Jombang mojokerto, pemerintah tidak melihat bagaimana perasaan warga yang sedang tergusur rumahnya. Begitu pula dengan berbagai kasus penggusuran dilahan perkotaan, banyak rakyat kecil semakin terlunta-lunta,mereka menangis minta belas kasihan namun rumah dan lapak mereka digusur dengan paksa tanpa toleransi ini menjadi bangsa yang sangat serakah, masyarakatnya saling menindas, menyakiti , merampas hak orang yang lemah. Kemanusiaan diinjak-injak dan keamanan sosial diusik. Padahal sikap-sikap itu tampak menang sesaat, tapi sebenarnya mengundang murka Allah, bukan mencari ridho banyak hati yang tidak saling meridhoi maka Allah Tuhan semesta alam juga tidak mungkin ridho. Jika banyak hati yang tersakiti maka pasti Tuhan juga akan marah . Jika tuhan marah maka seluruh jiwa negeri ini juga akan terkena dari itu , mulai saat ini, cintailah sesama, jagalah perasaan manusia, penuhi hak orang lain, banyaklah berkorban untuk manusia, jalanilah hidup ini hanya semata- mata untuk kebaikan , pasti Allah Tuhan semesta alam akan meridhoi kita rela pada kita . Jika Allah tidak rela pada kita penduduk suatu negeri -yang saling menindas ,maka Allah akan mengambil berkah negeri itu. Makanan tidak akan terasa lezat, kekayaan yang melimpah akan menjerat , kebahagiaan pun akan dirampas oleh Allah. Tidak ada kenyamanan , tidak ada carilah kerelaan Tuhan, cintailah sesama, tegakkan keadilan, utamakan kepentingan umum, banyaklah berbuat baik, pasti Tuhan semesta alam akan rela pada kita. Jika Tuhan rela maka apapun akan diberikan , berkah langit akan diturunkan dan berkah dari bumi akan dinaikkan. Maka jagalah perasaan Manusia dan cintailah sesama , hidupkanlah kasih sayang dan kuatkanlah ikatan persaudaraan . Siapa yang dalam hidupnya berprinsip mencari ridho Allah maka pasti masuk syurga. Allah akan meridhoinya dan melimpahkan kebaikan dan keberuntungan yang penduduk negeri ini tidak lagi saling menipu . Segeralah melepas topeng-topeng, biarlah orang mengatakan anda orang bodoh yang penting anda jujur dan berhati suci. Carilah kerelaan Allah , carilah kerelaan manusia, carilah kerelaan alam . Bawalah diri ini dengan sebaik- baiknya, pasti anda akan masuk syurga dan semua kebaikan akan datang pada Tuhan memberkati kita semua, amin Lihat Humaniora Selengkapnya Ridho Orang Tua Ridho ALLOH ♦ Setiap orang yang terlahir di dunia pasti mempunyai orang tua. Tidak mungkin seseorang terlahir dari batu atau turun dari langit. Berkat jasa dari orang tualah kita bisa tumbuh menjadi dewasa sampai saat ini. Coba renungkan mengenai hal ini dengan mengingat jasa-jasa orang tua kita. Pasti jika kita bisa merenungkan mengenai jasa-jasa orang tua kita, maka insya ALLOH hati kita akan tereketuk dan bahkan bisa meneteskan air mata. Atas semua jasa dan kasih sayangnya orang tua terhadap diri kita, maka kita wajib berbakti kepada orang tua. Praktek kecilnya adalah dengan mendengarkan dan mematuhi semua yang diperintahkan asalkan perintah itu tidak maksiat. Rasanya tidak pantas jika kita yang sudah dirawat hingga menjadi orang seperti ini kemudian membantah semua yang diperintahkan. Tentunya hal tersebut akan membuat hati orang tua menjadi sakit. Jika seperti itu, maka bersiaplah untuk menerima dosa dan siksaan dari ALLOH. Bagi yang masih mempunyai orang tua, berusahalah untuk selalu membuatnya senang dan ridho. Karena sesungguhnya ridho orang tua adalah ridho ALLOH. Dan bagi yang orang tuanya sudah meninggal, jika orang tua tersebut beriman, maka doakanlah agar mendapatkan ampunan dari ALLOH. Karena jika orang tua meninggal belum beriman, kita tidak boleh mendoakanya. Hal itu pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim namun ditegur oleh ALLOH. Seperti ceritanya Al-Qomah yang merupakan seorang yang ahli ibadah, namun karena tidak memenuhi panggilan orang tuanya. Al-Qomah dicoba oleh ALLOH karena doa dari orang tuanya. Kemudian dari Indonesia ada Malin Kundang yang di kutuk menjadi batu. Itu juga bisa menjadi nasihat bagi kita agar selalu berbakti kepada orang tua. Perhatikan penjelasan riwayat hadis berikut عن عبدالله بن عمرو عن النبى صلى الله عليه وسلم قَالَ رَضِيَ الرَّبِّ فِى رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِى سَخَطِ الْوَالِدِ، رواه الترمذى Artinya “Dari Abdillah bin Amer, Nabi bersabda ridhonya ALLOH kepada orang itu tergantung ridhonya orang terhadap orang tuanya dan murkanya ALLOH di dalam marahnya orang tua”. Tirmidzi عن ابى الدرداء اَنَّ رَجُلًا اَتَاهُ فَقَالَ إِنَّ لِى إِمْرَأَةً وَاِنَّ اُمِّى تَأْمُرُنِى بِطَلَاقِهَا قَالَ اَبُوالدرداء سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلَ الْوَالِدُ اَوْسَطُ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذٰلِكَ الْبَابَ أَوِاحْفَظْهُ، رواه الترمذى Artinya “Dari Abi Darda’ ada seorang laki-laki dating kepadanya lalu berkata saya punya istri dan ibuku menyuruhku untuk menceraikanya? Abi Darda’ berkata saya pernah mendengar Nabi bersabda Orang tua adalah pintu surga yang paling pol. Maka jika engkau tidak mau masuk surga melalui pintu tersebut, ya… sudahlah. Dan sebaliknya”. Tirmidzi Dua penjelasan hadis di atas semoga dapat memberikan nasihat bagi kita untuk selalu menyayangi orang tua. Karena sesunggunhnya ridho orang tua adalah ridho ALLOH, dan orang tua adalah pintu surga bagi kita. Jadi jika ada istilah yang menyebutkan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, itu adalah benar. Semoga bermanfaat! Manakah yang merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia? rida atau ridho?. Berikut ini adalah penjelasannya dalam Kamus Kata Baku Indonesia BakuTidak baku rida ridho Tuhan berkenan; rela; rahmat Lihat jugaregim rejimrejeki rezki rizqiresikorestauran restaurantresumridhoritmerockerromusharong-ronghybrida

kata kata ridho allah ridho orang tua